Minggu, 13 April 2014

kenapa mau sama dia?



Seorang teman yang semampai sekali, kekasihnya berbadan besar bahkan teramat besar. Semua orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya, karena itulah kelebihanya dan aku menerimanya.

Seorang teman pintar sekali, kekasihnya duda anak satu. Semua orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya, toh semua yang kau punya juga titipan dan aku menerimanya.

Teman lainnya seorang yang cantik sekali, kekasihnya tunarungu dan tunawicara. Semua orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya, karena kita semua pun tak sempurna, aku tak mencari kesempurnaan dan aku menerimanya.

Masih banyak contoh lainnya.

Banyak belajar dari mereka semakin membuat merasa bodoh. Mereka punya pilihan, dan setiap pilihan punya jawaban, jika tidak memiliki jawaban coba dicek lagi, apa pilihan matang? Aku memang tidak semampai, tidak pintar, apalagi cantik, tidak. Cuma biasa saja. Tapi aku beralasan dan punya jawaban atas pilihan. Aku menerimanya

Termasuk harus menerima jika tidak diterima.

Minggu, 16 Maret 2014

kepercayaan

malem ini banyak detlen tugas, tapi gbisa ngerjain, lagi kecewa guenya.

gue punya seseorang, seseorang itu memiliki gue juga
sudah lama sekali berjalan, berdampingan, beriringan, kejar2an, berbeda arah, bertolak belakang, sering sekali. tapi mungkin itu juga yang membuat kita meneruskan perjalanan.
bagaimana mungkin gue gak menaruh kepercayaan padanya?
seseorang yang gue percaya, orang kepercayaan.

perjalanan kita fluktuatif, aneh sekali. gue pun gapaham
rasa-rasa simpangsiur takut kesasar pasti selalu ada, atau bahkan orang ituyang sengaja ingin membuat kita kesasar, mungkin juga ada. iya ada gue tau jelas.

terkadang  mungkin kenyamanan tidak terfokus satu titik hanya dari gue, bahkan hanya dari seseorang itu.
tapi yang gue tau, gimana caranya meyakinkan diri bahwa orang yang disampinglah yang selama ini menyamankan. tidak tergiur kenyamanan orang yang ditawarkan orang-orang bermaksud aneh.
dalam hal ini, gue banyak bertanya, hal ini-itu. mungkin seseorang kesal karna banyaknya pertanyaan.
tapi itu bukanlah suatu keraguan, gue hanya mencari kepastian atas kesimpangsiuran ini, menjari kejelasan atas kerikil yang mengganjal di hati, dan kabut yang mengotori pikiran, itu saja.
tapi gue selalu dipandang negatif, dianggap berprasangka, menuduh.

orang itu memberitahu banyak hal pada seseorang,
bahkan tentang kemarahan gue yang tidak pernah ada sebelumnya, benar-benar tak pernah ada.
jadi jangan salahkan kalo sekarang gue benar-benar menyimpan kemarahan pada orang itu
orang itu memulainya, sekarang gue benci, benar-benar.

hari ini, maafkan Ya Tuhan
aku membawa nama-Mu, kalau tidak, bagaimana seseorang bisa mempercayai aku?
sudah berbaga cara gue lakuin, jalan terakhir ya dengan itu
baru seseorang mempercayai gue.
sesulit itukah gue dipercaya?
hari ini, bukannya gue mencari pembelaan. tapi gue denger sendiri kok dari seseorang.
bahwa memang pernah seseorang lebih mempercayai orangitu, daripada gue yang disampingnya.
iya, gue selalu disampingnya, dijalan ini.
tapi tak lagi dipercaya.

hari ini, ada pengakuan bahwa orang itu memang punya maksud tertentu pada seseorang.
seseorang sendiri yang ngasih tau gue.
terjawab kan semua pertanyaan gue yang seseorang bilang pikiran kotor dan prasangka tadi?
jadi, sebenarnya siapa yang berprasangka?
gue, gak lagi dipercaya.

kasih tau gue bahwa kecewa adalah sesuatu yang wajar disini.
tidak dipercya oleh orang kepercayaan..

Rabu, 05 Maret 2014

Lagi Mikir Aja

lagi mikir aja,
apa gue selama ini udah bener? memahami dan memaknai setiap kejadian,
bener menafsirkan kode-kode, bener bertindak dan ngambil keputusan, bener-bener.
bukan sok dewasa (emang udah calon 21 te -_-) cuman, memang mau gak mau gue harus banget berpikir kek gitu, sebelum masa berpikir gue abis, dan diganti sama masa action. kek aktris gituu..

well, gue anak sulung punya adek dua masih unyu-unyu, yang satu SMP yang satu seupil masih kelas 2 SD, dan semuanya cewek. bukan beban sebenernya, tapi lebih ke tanggung jawab lahir-batin buat ngeliat mereka punya masa depan yang jauh lebih baik dari sekarang, lebih dari gue, lebih dari emak-babeh.
cukup gue aja yang lagi sekolah jajanya susah, mau kuliah bingung kemana, nyari beasiswa sampe modot-molor, kuliah nyari duit sendiri, punya komunitas simpan-pinjam bersama mahasiswa beasiswa lain, cuma ngelus dada liat barang bagus. udah, cukup gue.
cukup juga buat gue untuk ngeliat pasangan cinta harmoni selalu kekal abadi : emak-babeh gue, bu yanti <3 pak yoga, yang selalu bersedia mengucurkan keringatnya buat kebahagiaan anaknya. (ih sediah siah gue T.T) bener nih, terkadang gue ngerasa ketimpangan ini begitu nyata, mungkin orang-orang bisa ngomong usahanya yang kurang. tapi buat gue, udah cukup bahkan berlebih. sekarang giliran gue

di semester 6 ini emang gue belum ngelakuin apa-apa, belum bisa nyekolahin si ide sama de ila, belum bisa beliin rumah, belum bisa ngajak umroh. aduh, tapi someday ya mam, ill make it happen *cipok* just wait with pray and patient ya mama gaul *cipok lagi*
so, how can i make it comes true? ya gue mau gawe atuuh, masa ngadah tangan ke langit berharap hujan tiket umroh?. gue sekolah, gue kuliah, itu buat ngebahagiain mereka. oke kebahagiaan gak diukur dengan materi, tapi, trust me, tanpa itu juga kebahagiaanya bakal sendet-sendetan :')

fyuuh :')

Kamis, 13 Februari 2014

perhatikan!

praktikum persos tadi gue sekelas kesasar nyari kelas wisma pinus, mulai dari gmsk-lh --> fpik --> amarilis -->c4 (ex wisma pinus) --> B1 dekanat fema --> ofac B11 --> ofac b12. fuh, itu jauh tau teuuu?? kehidupan kehidupan..
bukan karena kita punya kaki sok kuat (khususnya buat gue yang jalan sikil), tapi emang gak ada koordinasi aja dari pihak deknat sama pengelola wisma pinus yang ternyata udah gak dipake. tapi bukan soal itu aja sih, wisma pinus yang pasti-pasti aja kita sekelas kaga nyaho dimana men, men semester 6 kita masih nyasar.

kesasar tentu bukan sepenuhnya kesalahan kita, cuma emang aja sebelumnya belum pernah ke tempat itu atau belum pernah ada yang orang yang memberi informasi tempat onoh dimana. nyusruh ke wisma pinus, tapi gak pernah ada yang ngasih tau dimanakan tempat itu berada kan poleng. tau tujuan, tapi gak pernah tau jalanya, ya kesasar lah konsekuensinya. (bukan gamau tanya, orang satpamnya aja bingung -_-)

hal ini mengingatkan gue pada suatu hal,
kalo mau orang mengerti, ya kasihlah dia pengertian.
mengharapkan orang mengerti tanpa memberi pengertian, membuat orang tersebut bebas mengembangkan spekulasinya tetang sebah pemahaman.
spekulasi itu sadis kan?
tapi kata gue, lebih sadis lagi menyalahkan spekulasi orang tapi membiarkan spekulasinya berkembang semaunya.

udah gitu aja :)

Kamis, 06 Februari 2014

Matahari Pada Bumi



Sekarang aku sedang bosan, bosan melihat berita dan mendengar informasi tentang banjir. Banjir. Kemudian banjir.

Mungkin sama bosannya, seperti matahari. Matahari pada Bumi.

Hujan setiap saat, global warming jadi global cooling, matahari juga sedang pergi jalan-jalan entah kemana akhir-akhir ini. Padahal bumi kedinginan dengan air yang selalu menyelimuti. Padahal tanaman-tanaman hampir putus asa karena tak kunjung dapat energi untuk fotosintesis.

Matahari itu bulatan bersinar yang baik sekali. Tak pernah meminta pamrih atas pancaran yang setiap saat diberikan pada bumi. Atas setiap panas yang diberikan pada pakaian-pakaian basah. Atas ribuan energi untuk tanaman berfotosintesis dan mendistribusikan makanan untuk makhluk lain. Sekali lagi, tak pernah bukan matahari meminta tumbal atas semua itu?

Namun bumi terlampau senang atas keberkahan itu. sumber agraria memang untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan manusia, but its too much honey. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipantau keamanannya sampai semua ini benar-benar berakhir. And happy ending is impossible if you only say : oh i dont know, oh up to you, oh up to me, ahh.. whatever~

Bisa saja ini titiknya. Titik dimana bumi menuai ketidaksungguhannya atas apa yang dijalankan. Terlalu menyepelekan proses, padahal ingin punya hasil yang sempurna. Setidaknya berusahalah, berusaha menjaga, menjaga agar kondisi hemeostatis tetap pada titik equilibrium. Meski fluktuasi adalah mutlak, tapi kembalilah untuk menjaga agar kondisi ini menjadi stabil. Mohon..

Matahari tidak marah, hanya bosan atas pilihan bumi yang begitu-begitu saja. Bumi sudah dewasa, bukan lagi waktunya untuk menjadi labil ketika dihadapkan pada pilihan.

Matahari tidak pergi, hanya bersembunyi di suatu awan dan memantau dari kejauhan pergerakan bumi, berkembang atau menciut. Percayalah, tak ada niat jahat matahari untuk tak lagi menyinari bumi, hanya saja.. ayolah bumi, berusahalah menjadi dewasa atas pelajaran masa lalu. Matahari ingin bumi menunjukkan tanduknya, menyibakkan kasih sayang, seperti dulu. Seperti dahulu sayang.

Ketika bumi setidaknya telah menunjukkan itikad baik untuk berubah, untuk kembali bersinergis dengan matahari dengan tujuan yang sama. Matahari pasti akan mengembangkan senyumannya untukmu. Kembali memancar tanpa pamrih. Demi bumi.


24JANUARI14

Rabu, 28 Agustus 2013

gue gak reinkarnasi lagi bung

gaklah males sih gue,
tetep aja bgeitu begitu juga ceritanya
i wish something different, but there is nothing, honey

cape enggak, cuma bosen sama skema yang memposisikan gue selalu berada di sudut yang sama
bosen sama sakit yang terus berulang, disitu situ aja, gitu gitu aja
dan akhirnya.. gue die -_____-

kalo aja gue tersudut lagi,
udah deh T.A.M.A.T lah sudah riwayat gue
gamau dan gak bakal reinkarnasi lagi, jadi kayak gini, lagi

Rabu, 17 Juli 2013

"... Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatikum pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."

Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Dan kini ku berharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku