Seorang teman yang semampai sekali, kekasihnya berbadan
besar bahkan teramat besar. Semua orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya,
karena itulah kelebihanya dan aku menerimanya.
Seorang teman pintar sekali, kekasihnya duda anak satu. Semua
orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya, toh semua yang kau punya juga
titipan dan aku menerimanya.
Teman lainnya seorang yang cantik sekali, kekasihnya tunarungu
dan tunawicara. Semua orang bertanya, kenapa mau sama dia? Jawabnya, karena
kita semua pun tak sempurna, aku tak mencari kesempurnaan dan aku menerimanya.
Masih banyak contoh lainnya.
Banyak belajar dari mereka semakin membuat merasa bodoh. Mereka
punya pilihan, dan setiap pilihan punya jawaban, jika tidak memiliki jawaban
coba dicek lagi, apa pilihan matang? Aku memang tidak semampai, tidak pintar,
apalagi cantik, tidak. Cuma biasa saja. Tapi aku beralasan dan punya jawaban
atas pilihan. Aku menerimanya
Termasuk harus menerima jika tidak diterima.