Indonesia negara yang unik kawan,
Aku seorang pengamen yang memang benar-benar sudah lelah menyumbangkann suara parau ku di tengah hiruk pikuk panasnya kota.tubuh
kecilku masih terlalu capek untuk
menanggung panasnya matahari.apalagi jika sudah ada satpol pp yang melakukan orepasi di jalanan,kontan kaki mungil tanpa
sandal ngebut untuk menghindari
polisi,ditanganku menggenggam kecrek si penghasil uang receh,tentu saja tak
boleh hilang.setelah berhasil berkelit dan bersembunyi di sudut gang
sampah,badanku rubuh gontai karna lelah,tapi masih bisa senang karna kecrek
masih digenggam.uang receh aku keluarkan dari saku celana,ada 6400 rupiah
saja?setelah seharian teriak-teriak dan dikejar satpol pp?sial..cukup apa?
Ditengah
jalan pulang menuju ‘markas’,aku melihat abang-abang yang tengah memperhatikan
nenek-nenek glamor dengan berbegai macam perhiasan di tubunya.setelah si abang
terus membuntuti sang nenek,si abang merebut dompetnya,merampas
perhiasannya,lalu lari sekuat tenaga.dan..bing!si abang lolos.aku kagum sama si
abang,modal memperhatikan saja bisa dapat uang banyak,tanpa harus teriak-teriak
nyanyi lagu ga jelas.aku benar-benar tertarik menimba ilmu darinya.aku buntuti
saja kemana perginya,ternyata ke tempat persembunyianku tadi.kalo jodoh memang
ga kemana.
Setelah
berfikir keras bagaimana mengungkapkan keinginanku untuk menimba ilmu copet
darinya,akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya yang sedang sibuk
menghitung uang,widiiih banyak benerr,aku
tergiur semakin bersemangat.
Setelah
tawar menawar sengit,ternyata si abang menerimaku jadi muridnya,namanya abang
jek.orangnya sangat bijak dan realistis,aku dinasehati menjadi copet yang
baik,diberi banyak pengetahuan tentang copet,caranya,waktunya,sasarannya,strateginya,
alasannya sampai dosanya.katannya mencopet itu untungnya lumayan,dosanya
sedikit sekali walaupun resikonya sangat besar.resikonya kalau tidak
berhati-hati dan bertindak gegabah bisa ketauan masa,dekejar-kejar ,malah
dikeroyokin sampe babak belur lalu diseret ke kantor polisi,didekap d penjara
yang kumuh juga bau.tapi dosa nya sedikit sekali dibandingkan sama para pejabat
sang wakil rakyat yang korupsi.katanya bang jek,pejabat itu orang berpendidikan yang mewakili aspirasi rakyat
untuk memajukan negara,tapi tak sembarang orang bisa jadi pejabat,harus
‘berpendidikan’,sekolah tinggi,gelar banyak,dan punya strategis bagus,bagaimana
mungkin orang seperti bang jek tidak jadi pejabat?aneh..aku mengangguk padahal
tak mengerti (aku berjanji suatu saat akan mengerti),tapi yang aku
tangkap,katanya mereka itu orang-orang berduit,apalagi yang gemar korupsi.katanya
bang jek juga,korupsi itu nyilep duit,duit nya ya duit rakyat,ga cuma 6400
rupiah,tapi bisa dalam hitungan miliar,aku mendadak pusing membayangkan duit
sebanyak itu.
pejabat korupsi
itu katanya enak,setelah makan banyak sekali uang rakyat,mereka tak pernah
dikejar-kejar masa,tak pernah dikeroyok meski sudah terbukti bersalah,dan
polisi pun menangkap mereka baik-baik dan dipenjarakan dengan semua fasilitas
elit.mungkin lebih bagus penjara koruptor daripada rumahku.tak seperti polisi
yang menangkapku ketika sedang mengamen di lampu merah,katanya pengamen
sepertiku mengganggu kenyamanan lalu lintas.aku berpikir,mungkin jika para
pejabat yang ngamen,para polisi tak akan menangkapnya,malah akan memberinya
duit recehan banyak sekali.ahh..aku mau jadi pejabat.
Tapi
aku mau melanjutkan niatanku dulu menjadi copet profesional seperti bang
jek,belajar dulu dari yang kecil-kecilan,sampai aku mahir dan tau tak tik
strategi nya.toh sama-sama saja jadi pengamen ataupun copet,sama-sama beresiko
ditangkap polisi.kalo kata orang mencopet itu dilarang dan haram makanya
ditangkap polisi,tapi walaupun mengamen itu halal, aku tetap dikejar-kejar
polisi,yaa berarti sama saja,yang membedakan hanya penghasilan,copet dapat duit
lebih banyak tanpa teriak-teriak.kata bang jek,ambil yang lebih
menguntungkan,dan karna aku anak pintar yang (ingin) berpendidikan,maka tentu
aku tau mana yang lebih menguntungkan.
Aku
ingin sekolah,aku ingin berpendidikan ,agar kelak aku bisa seperti pak pejabat
yang dapat banyak keuntungan seperti yang dibilang bang jek,yang tanpa resiko
babak belur bisa dapat uang lebih banyak ketimbang mencopet.tekadku sudah bulat,dan aku pasti
bisa menggapainya,toh aku sudah sepemikiran dengan para pejabat,jadi aku memang
pantas menduduki kursi itu,menggantikan para orang pintar berpendidikan yang
mengeruk banyak sekali duit dari rakyat.aku jadi tak sabar..
Terimakasih
bang jek,kau guru terbaikku..
Terimakasih
pak pejabat yang koruptor,kau inspirasi
hidupku..